Kamis, 17 Desember 2020

PROSPEK KERJA TEKNIK GEODESI UNDIP

Geodesi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengukuran dan pemetaan pada permukaan bumi. Sub bidang dalam geodesi meliputi Geodesi Teliti, Terestris, Fotogrametri, Pengindraan Jauh, Hidrografi, Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Pertanahan. Disiplin ilmu Geodesi sebagai ilmu pemetaan bumi mempunyai peranan yang penting di berbagai sektor pemerintahan dan industri dalam penyediaan data spasial untuk berbagai kegiatan teknis dan perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan.

Ahli Geodesi dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan di Instansi Pemerintah antara lain Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), LIPI, BPPT, Lembaga Oceoanografi Nasional, Direktorat Pajak Bumi Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, BAPPEDA baik di Propinsi maupun Kabupaten/Kota, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Instansi Militer (TNI/POLRI) dan lain-lain.

Sedangkan di sektor swasta antara lain Kontraktor, Konsultan Perencana, Perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Nasional atau Asing), Perusahaan Pertambangan, Perusahaan Properti dan lain-lain. Hal ini diperkuat dengan alumni lulusan Program Studi Teknik Geodesi Universitas Diponegoro yang telah bekerja sesuai bidang mencapai lebih dari 80% dan waktu tunggu lulusan mendapat kerja selama kurang lebih atau sama dengan 3 bulan, berdasarkan tracer studi sampai tahun 2018.

Profil Profesional Mandiri lulusan Program Studi S1 Teknik Geodesi UNDIP adalah ‘PRECISE

1.    Problem Solver

Mampu mengidentifikasi masalah, menguraikan masalah, dan memecahkan masalah secara komprehensif

2.    Responsible

Mampu melaksanakan pekerjaan survey dan pemetaan sesuai kaidah yang berlaku dan memiliki rasa tanggung jawab secara spiritual, moral, dan etika profesi.

3.    Entrepreneur

Mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mengembangkan karir

4.    Collaborative

Mampu menjadi individu yang dapat bekerjasama dengan berbagai disiplin ilmu dan berbagai jenjang.

5.    Innovative

Mampu mengembangkan teknik-teknik survey dan pemetaan yang optimal.

6.    Skillful

Mampu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan survey dan pemetaan secara efektif dan efisien

7.    Educator

Mampu melakukan transfer ilmu pengetahuan

 Sumber : https://geodesi.ft.undip.ac.id/jurusan-2/profil/

 

Sabtu, 12 Desember 2020

UI GreenMetric World University Rankings Tetapkan UNDIP sebagia Kampus Berkelanjutan Terbaik Ke-2 Nasional Tahun 2020

UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 adalah sistem ranking yang memberi penilaian dan apresiasi kepada universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan dengan menerapkan kebijakan dan program ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Menjunjung tema “Universities Responsibility for Sustainable Development Goals and World’s Complex Challenges”, konferensi UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 diadakan secara daring pada tanggal 7 Desember 2020 dengan mengundang ahli lingkungan dan perwakilan dari universitas.

Sebagai universitas PTNBH di Indonesia, Universitas Diponegoro mendukung rangkaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan secara konsisten mengambil peran dalam pencapaian dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya yang dilakukan oleh UNDIP ini diakui keberhasilannya dengan meraih peringkat kedua terbaik nasional dalam UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 sebagai The 2nd Most Sustainable University in Indonesia. Pada peringkat internasional, Undip berhasil menduduki peringkat ke-39 secara global dari 912 universitas dan 84 negara yang termasuk dalam penilaian.

Prestasi ini merupakan apresiasi sekaligus dorongan untuk UNDIP agar meningkatkan usahanya dalam membangun kampus hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. UNDIP akan terus berupaya memperluas kawasan terbuka hijau berupa pembuatan taman dan hutan kampus, efesiensi energi, penggunaan energi ramah lingkungan, konservasi air, transportasi hijau, serta pembangunan kampus dengan konsep green and smart building.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17152/undip-raih-peringkat-ke-2-terbaik-nasional-sebagai-kampus-berkelanjutan-versi-ui-greenmetric-world-university-rankings-2020.html

 

Jumat, 11 Desember 2020

Kerjasama Universitas Diponegoro dengan Peruri Research Institute for Auntheticity

Semarang - Peruri Research Institute for Auntheticity (PRITA) membangun pusat reseach security printing digital technology yang bertema integration solution and security printing. Dalam peluncurannya, Peruri menggandeng institusi dan mitra industri agar berkolaborasi mengembangkan digital printing di Indonesia. Salah satunya adalah Universitas Diponegoro, Universitas Diponegoro turut berpartisipasi dalam acara launching dan penandatanganan MoU Peruri Research Institute for Auntheticity yang diselenggarakan oleh Peruri.

Acara lunching dan penandatanganan ini dilaksanakan secara virtual dengan dihadiri oleh perwakilan dari BUMN, Peruri, PT. Sicpa Peruri Securink, PT. Giesecke & Devrient Indonesia, serta perwakilan universitas yang mengundang Undip, UGM, USU, dan Unpad.

Peluncuran PRITA bertujuan untuk membangun pusat riset yang maju di bidang teknologi. Bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, diharapkan semua pihak dapat bersinergi dengan baik dan menghasilkan kolaborasi riset yang mengagumkan. PRITA mendukung program BUMN melalui kerjasama dengan institusi untuk memajukan bidang learning, research, dan development. Institusi riset memiliki sumber daya manusia yang membuat karya cipta inovatif secara mandiri dan memiliki daya saing global. Dengan dibentuknya pusat riset ini diharapakan dapat memperkuat kemampuan teknologi Indonesia. Sehinggan terdapat sinergi yang baik antara Peruri dan perguruan tinggi dalam mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri untuk kemajuan bangsa.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menghadiri acara yang digelar secara daring ini. Prof. Yos berharap agar kerjasama ini dapat menjadi faktor penting dalam kemanfaatan ekonomi yang dapat bermanfaat bagi semua pihak. PRITA resmi diluncurkan dengan penayangan authenticity video serta penandatanganan MoU secara virtual dengan para perwakilan institusi.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17167/undip-tandatangani-mou-peruri-research-institute-for-auntheticity.html

Selasa, 08 Desember 2020

Workshop Penyusunan TOR ICZM Pesisir Brebes


Telah dilaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Term of Reference (TOR) Masterplan ICZM Wilayah Pesisir Brebes ada hari Selasa-Rabu, 1-2 Desember 2020. Workshop ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah dan mengundang berbagai dinas dan pihak terkait yang terlibat dalam tim ICZM (Integrated Coastal Zone Management) Jawa Tengah, termasuk Center for ICZM Universitas Diponegoro sebagai salah satu rekan kerja sama.

Workshop ini bertempat di Hotel Santika Premiere Semarang, acara dibuka oleh Kepala Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah, Ir.SR.Eko Yunianto, Sp.1. Beliau menyampaikan bahwa kawasan pesisir utara Jawa Tengah harus diberi perhatian untuk mengantisipasi perkembangan kawasan industri yang sudah diatur dalam Perpres. Selain itu, juga disampaikan dalam penyusunan masterplan wilayah pesisir Brebes nanti harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah ada serta mempertimbangkan pengelolaan antara sumber daya air (water resources) dan kondisi alam pesisir.

Berbagai materi dari profil Kabupaten Brebes, potensi dan permasalahan wilayah pesisir Brebes, hingga contoh internasional tentang ICZM diberikan supaya dalam penyusunan TOR ini dapat memberi arahan yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Kabupaten Brebes.

Narasumber yang hadir dan memberikan materi pada workshop ini antara lain dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Ir.Lilik Harnadi,M.Si,M.Sc; konsorsium kerja sama Indonesia-Belanda yang diwakili oleh Victor John Coenen dari Witteveen+Bos; Bappeda Kabupaten Brebes; serta Dr.-Ing Wisnu Pradoto dan Dr. Muhammad Helmi yang mewakili Center for ICZM Universitas Diponegoro.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17142/iczm-undip-mengikuti-workshop-penyusunan-tor-iczm-pesisir-brebes.html

 

Kerjasama Universitas Diponegoro dengan Industri dalam Mengembangkan Rumah Tahan Gempa


Universitas Diponegoro dan PT. Terryham Proplas Indonesia (TPI) serta Universitas Mataram telah resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangka pengembangan rumah tahan gempa yang dilakukan pada hari Kamis 26 November 2020 yang lalu.

Produk rumah tahan gempa ini adalah hasil inovasi antara Undip, PT TPI dan BPPT, yang sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2019. Rumah yang berbahan UPVC (Unplasticized Poly Vinyl Chloride) dapat dibangun dalam beberapa jam saja, sehingga akan sangat membantu masyarakat yang sedang terkena bencana alam. Penggunaan UPVC sebagai pengganti kayu untuk pembuatan tembok, pintu, maupun kusen.

Sementara itu, tiang dan atapnya menggunakan baja ringan sehingga selain tahan gempa, rumah ini juga tahan panas hingga 220°C. UPVC yang digunakan untuk rumah ramah gempa ini telah diteliti dan diujicoba oleh UNDIP dan BPPT. Rumah berbahan dasar UPVC dapat menjadi alternatif hunian ramah gempa yang kuat, representatif, ramah iklim, cepat pelaksanaan pembangunannya dan relatif murah. Bahan UPVC sendiri mempunyai karakteristik ramah lingkungan, proteksi terhadap api, bebas perawatan, anti rayap, hemat energi, meredam kebisingan, tahan korosi.

Pada kerjasama tersebut akan dilakukan pemasangan rumah ramah gempa di daerah Lombok untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat yang terdampak gempa. Kebutuhan rumah ramah gempa di daerah rawan gempa khususnya di Lombok, Palu, Maluku cukup tinggi sampai puluhan ribu unit. Oleh karena itu dengan telah dihasilkannya produk inovasi hasil kerjasama riset berupa rumah ramah gempa berbahan UPVC ini diharapkan dapat membantu berkontribusi ke masyarakat yang berdampak.

Inovasi rumah tahan gempa berbahan UPVC serta pemanfaatan di wilayah bencana ini sesuai dengan beberapa target dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), antara lain tujuan pertama (no poverty) membantu para korban bencana, tujuan ke sembilan (innovation and infrastructure) dimana produk rumah tahan gempa ini merupakan infrstruktur hasil inovasi, dan tujuan ke sebelas (sustainable cities and cummunities) dimana penggunaan UPVC sangat mengurangi penggunaan kayu.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17145/universitas-diponegoro-bekerjasama-dengan-industri-mengembangkan-rumah-ramah-gempa.html

Kamis, 03 Desember 2020

Seminar Nasional “Pembangunan Hijau dan Perizinan : Diplomasi, Kesiapan Perangkat, dan Pola Standarisasi”

SEMARANG – Seminar nasional secara daring bertajuk, “Pembangunan Hijau dan Perizinan: Diplomasi, Kesiapan Perangkat, dan Pola Standarisasi”, telah diselenggarakan oleh Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP). Tema pembangunan yang berkelanjutan dijadikan pokok bahasan menimbang saat ini pemerintah tengah getol membangun kawasan industri sebagai upaya prioritas untuk menyediakan lapangan kerja.

Dalam paparan berjudul “Tantangan Pembangunan Hijau di Era Investasi”, mantan Rektor Undip yang akrab dengan sapaan Prof Dharto ini mengungkapkan dalam konsep pembangunan hijau, pada dasarnya industri bisa  bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk masyarakat lokal dalam rangka mengurangi dampak dari aktivitasnya. Termasuk bagaimana menggunakan sumber daya alam secara baik dan efisein. Investasi hijau bukan sekedar menjadi tuan rumah relokasi industri dari berbagai negara lain. Perlu blue print pembangunan industri berkelanjutan, tipe industri yang dibangun berkonsep ekologis, dan berbasis ekonomi lokal.

Adapun penyederhanaan perjizinan, termasuk AMDAL yang merupakan implementasi disahkannya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diakui mampu menyederhanakan proses perijinan yang selama ini panjang dan kompleks dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Namun ada persoalan kaitannya dengan pemanfaatan ruang dalam konteks RDTR (Rencana Detail Tata Ruang). Kemudahan perizinan dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dalam seminar yang dibuka Ketua Program Studi MIL UNDIP Dr Eng Maryono ST MT itu, diungkap kondisi itu berpotensi menurunkan kualitas AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Padahal di agenda  pembangunan berkelanjutan, misi dari AMDAL adalah mulia, yaitu sebagai rencana strategis pembangunan berkelanjutan.

Pembicara lain dalam seminar ini adalah Ketua Pusat Riset Teknologi Hijau Sekolah Pasca Sarjana Undip, Prof Dr Ir Purwanto DEA; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dr Ir Mamun Murod MM MH; dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto. Ketua Pusat Riset Teknologi Hijau Sekolah Pasca Sarjana Undip mengangkat tema “Perangkat Pembangunan Hijau”.

Menurut Prof Purwanto, konsep perangkat ekologi industri adalah didesain ramah lingkungan. Caranya adalah bisa memadukan aspek lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dalam industri hijau, instrumen dan perangkat pembangunan berkelanjutan harus diterapkan. Dengan begitu, maka bisa dilakukan pengurangan penggunaan jumlah bahan untuk pembuatan setiap barang dan keperluan jasa, mengurangi energi dalam proses produksi, mengurangi tersebarnya bahan beracun, memaksimalkan penggunaan sumberdaya yang dapat diperbarui, memperpanjang umur produk dengan melakukan kajian daur hidup produk dan meningkatkan intensitas pemakaian produk dan pelayanan jasa.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17087/magister-ilmu-lingkungan-undip-bedah-kesiapan-ri-masuki-pembangunan-hijau.html

Rabu, 02 Desember 2020

Universitas Diponegoro Mendatangani MoU dan PKs dengan Pemerintah Kabupaten Rembang

Dilansir dari websita UNDIP, Universitas Diponegoro dikabarkan yelah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Rembang pada hari Selasa, 1 Desember 2020 bertempat di Aula Gedung Setda Pemkab Rembang. MoU ini merupakan perpanjangan MoU sebelumnya yang telah berakhir pada tahun 2020. Pihak Undip diwakili oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan dan Pihak Pemkab Rembang diwakili oleh Pjs. Bupati Rembang.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Budi Setiyono menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro sebagai salah satu Universitas terbaik di Indonesia senantiasa berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional khususnya pada daerah-daerah di Jawa Tengah.

Adanya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Undip Kampus Rembang adalah merupakan salah satu bukti komitmen Undip dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, unsur Pendidikan diantaranya memberikan kuota sampai  40 % bagi mahasiswa berprestasi berasal dari kabupaten-kabupaten PSDKU Undip berada, sehingga mereka berkesempatan mendapatkan pendidikan bermutu. Adapun untuk unsur penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Undip akan melibatkan dosen-dosen dan mahasiswa dalam upaya ikut memberikan solusi masalah yang ada pada masyarakat melalui skim penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Undip).

Sementara itu, Drs Imam Maskur, M.Si (Pjs. Bupati Rembang) dalam sambutannya sangat mengapresiasi apa yang telah Undip lakukan untuk kemajuan Kabupaten Rembang. Menurutnya, PSDKU Undip di Kabupaten Rembang pelan-pelan telah memberi imbas yang positif terhadap peningkatan perekonomian dan menciptakan iklim pendidikan daerah sekitar. Kedepanya Pjs. Bupati berharap agar segera dapat diwujudkan pendirian prodi-prodi baru sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Rembang sehingga para lulusannya nanti khususnya yang berasal dari putra daerah dapat bermanfaat bagi Kabupaten Rembang.

Sebagai tindak lanjut MoU, pada saat itu juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKs) antara 11 OPD dan Badan Daerah dengan Lembaga Pengelola PSDKU. OPD dan Badan Daerah yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Ir. Dwi Wahyuni Hariyati, MM. Pada penandatangan PKs, pihak Lembaga Pengelola PSDKU diwakili oleh Dr. Redyanto Noor, M. Hum. Sebagai Ketua Lembaga, Redyanto menyatakan akan senantiasa bekerjasama, berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya peran PSDKU Undip untuk memajukan potensi daerah di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Rembang.

Sumber : https://www.undip.ac.id/post/17080/penandatngan-mou-dan-pks-pemkab-rembang-dengan-undip.html

 

Penentuan Fishing Ground Rajungan untuk KUB Sido Makmur dan KUB Jasa Laut dengan Memanfaatkan Data Oseanografi

Pemanfaatan Data Oseanografi dalam Penentuan Fishing Ground Rajungan untuk KUB Sido Makmur dan KUB Jasa Laut, Desa Teluk Awur, Kecamatan Tah...